potret diatas merupakan potret dari keadaan perbatasan tepatnya di daerah border aruk, kecamatan sajingan, kabupaten Sambas yang sengaja saya potret. daerah ini tidak memiliki akses jalan yang baik, listrik yang tidak memadai serta akses Pendidikan yang lumayan jauh, merupakan kendala besar yang harus dihadapi oleh tenaga Pendidik yang berada di perbatasan. bagi tenaga pendidik yang ditempatkan diperbatasan harus menempuh jarak yang lumayan jauh demi melaksanakan tugas mulia. terlebih apabila cuaca hujan menyebabkan jalan menjadi becek dan sulit untuk dilewati.
hanya ada beberapa sekolah yang dapat dihitung didaerah perbatasan Sambas-Malaysia ini. tenaga pendidik yang kurang dan fasilitas yang tidak memadai tidak menjadi sebuah alasan yang berarti bagi mereka untuk tidak bersekolah dan melalaikan tugas mulia demi tujuan mencerdaskan bangsa.
sebenarnya, hal ini yang harus diperhatikan oleh Pemerintah atau yang berhak mengatasinya demi kepentingan bersama. karena majunya sebuah negri dilihat dari sektor pendidikan, jika baik pendidikannya maka negara tersebut akan cukup dipandang dimata dunia.
banyak sekali hal yang tidak kita ketahui, banyak sekali hal yang kita lalaikan sementara mereka ditempat yang terpencil, terluar, dan terdalam menengadah sembari menunggu uluran tangan dari penguasa. yang entah sampai kapan teriakan mereka terdengar dari kejauhan.
mungkin, ini adalah salah satu potret dari sekian banyak yang tidak terlihat dimata dunia. hanya saja, saya ingin berbagi dan mengajak bersama-sama untuk merenungkan nasib bangsa kita.
terkhususkan untuk calon tenaga pendidik di masa depan, karena nasib bangsa ini berada di tangan mu.


